Mengelola Keuangan
Sederhananya dalam pengelolaan keuangan itu, adalah bagaimana melakukan pengeluaran lebih sedikit daripada apa yang kita terima. Seandainya kita punya penghasilan tetap setiap bulan namun pengeluaran lebih kecil dari penghasilan pasti ada kelebihan yang dapat disisihkan, dan itu dapat ditabung atau disisihkan.
Setiap orang pasti ingin penghasailan yang diterima selalu lebih besar dari pengeluaran, agar kelebiihan itu dapat memenuhi kebuthuna lain, yang tidak terduga ataupun yang masih diinginkan. Pada dasarnya semua orang ingin hidup sejahtera, sehingga berbagai macam upaya yang dilakukan, walau cara mereka berbeda namun tujuannya selalu sama, yaitu menjadi sejahtera.
Memang takdir ada pada Yang Maha Kuasa, namun kita sebagai masnusia diminta untuk tidak berhenti berusaha untuk mencapai kesejahteraan itu. Harta memang bukan segala-galanya, tapi tetap merupakan alat untuk kita mencapai kesejahteraan itu. Oleh karena itu membuat rencana dan mengelola keuangan dengan sebaik-baiknya merupakan salah satu cara untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan.
Pertama, Dalam merencanakan dan menata keuangan, menurut para erencana keuangan adalah, dengan menentukan tujuan keuangan,itu harus spesifik agar kita menjadi fokus pada tujuan tersebut, tujuan keuangan itu sendiri merupakan tujuan yang ingin kita capai pada masa mendatang yang membutuhkan persiapan keuangan. Salah satu yang biasa dilakukan adalah dengan mendata apa yang menjadi tujuan dan membuat skala proritas, mendahulukan yang paling penting (utama).
Kedua, adalah tentang mengapa kita berinvestasi, dalam hal ini kita seharusnya tahu alasan melakukan investasi, sedianya apakah investasi itu untuk mendapatkan kenaikan modal atau untuk penambahan arus kas yang masuk, misalnya apakah kita ingin ada kenaikan modal pada masa-masa yang akan datang, di sini kita dapat membeli saham, reksadana, emas dan properti, atau ingin mendapatkan tambahan uang kas yang masuk, di sini kita dapat menyimpan dalam bentuk deposito. Dengan demikian kita tahu ke mana harus meletakkan kelebihan penghasilan, apakah dalam bentuk tabungan atau deposito, asuransi ataukah untuk investasi ke saham, reksadana, dan obligasi atau pun membeli logam mulia (emas).
Ketiga, apa yang dibutuhkan, penting mengetahui apa yang dibutuhkan, jika yang dibutuhkan adalah untuk mengantisipasi kebutuhan biaya sekolah jangka pendek, tampaknya tabungan akan lebih cocok, begitupula dengan kebutuhan mendesak lainnya, sehingga menyimpan ke dalam tabungan akan ebih baik. Lalu jika untuk mengantisipasi resiko atas kejadian yang tidak diinginkan, produk asuransi lah yang seharusnya dimiliki, karena asuransi yang akan menjamin semua esiko tersebut dan perlu kita ingat bahwa asuransi bukan untuk investasi karena imbal hasilnya akan tidak seusai harapan, sebab asuransi hanya unutk menjamin resiko. Jika untuk memenuhi perencanaan keuangan jangka panjang, tak lain bahwa produk investasi berupa saham, reksadana, obligasi, emas maupun properti lebih tepat untuk dimiliki, jangan sekali-kali membeli saham untuk kebutuhan jangka pendek, karena nilainya yang fluktuatif bukan tidak mungkin imbal hasilnya malah menjadi rugi.
keempat, berapa banyak yang akan saya peroleh, imbal hasil merupakan sasaran kita untuk mencapai tujuan keuangan, biasanya produk tabungan akan memberikan imbal hasil yang kecil tapi gampang dicairkan sewaktu-waktu jika dibutuhkan , untuk produk asuransi, jangan diharap produk asuransi akan memberi hasil seperti layaknya investasi, seperti yang penulis utarakan di atas bahwa membeli asuransi sebaiknya untuk perlindungan, untuk memproteksi. Jaminan imbal hasil yang tinggi biasanya ada dalam bentuk saham dan reksadana saham, ataupun emas, tapi biasanya jenis investasi ini butuh waktu yang lama agar imbal hasil tinggi itu kita peroleh, kecuali kita dapat menentukan monen kapan membeli di harga redah dan menjual ketika harganya tinggi, tapi ini terlalu berisiko, dan cenderung ke arah spekulasi (judi).
Silahkan tentukan tujuan anda, pilih jenis apa tabungan, asuransi maupun investasi yang lebih cocok untuk tujuan tersebut, sebab semua harus diperoleh dengan usaha…begitupula dengan kebahagiaan dan kesejahteraan.
setuju sekali, rizki sudah diatur, oleh karena itu kita harus pinta-pintar dalam mengelolanya.
jadi manajer keuangan pribadi untuk diri sendiri… heheee…. ^_^
betul-betul sob, support terus ya biar bisa membuat artikel yang bermanfaat