Hemat listrik
Ketika melakukan blog walking, penulis membaca sebuah artikel yang mengajak untuk melakukan gerakan mematikan televisi. Kita secara sadar ataupun tidak kadang membiarkan televisi menyala sepanjang waktu berhari-hari, hampir tidak pernah mati, terlebih lagi jika televisi menyala tanpa ada penontonnya. Menurut penulis blog tadi sebenarnya itu salah satu sumber pemborosan yang seharusnya tidak perlu terjadi.
Tulisan ini tidak untuk membahas tentang gerakan mematikan televisi, tetapi seputar penghematan menggunakan listrik di rumah. Kita terkadang tidak peduli atas pemborosan dalam pemakaian listrik, padahal seandainya kita mau, pemborosan yang tidak perlu bisa kita kurangi.
Kita seringkali membiarkan listrik menyala terus menerus, tak pernah mati, kita tidak peduli, karena beban listrik yang kita bayar sesuai dengan harapan kita, kita baru peduli jika yang kita bayar di atas harapan kita, misalkan selama ini kita membayar tagihan listrik setiap bulan sebesar Rp. 400.000, kita tidak akan bereaksi jika bayaran setiap bulan masih berkisar di angka tersebut, kita baru akan bereaksi ketika bayaran berubah menjadi Rp. 500.000. Padahal Beban Rp. 400.000 yang kita bayarkan seharusnya tidak sebesar itu, seandainya kita mulai peduli.
Pengalaman penulis, di rumah anak-anak seringkali menyalakan televisi untuk sekedar nonton atau untuk bermain game, lalu menyalakan AC, dan itu berlangsung terus menerus setiap hari, memang dampak buruknya lainnya adalah kegiatan belajar, bermain dan istirahat menjadi berkurang, tapi untuk rekening listrik, jelas sangat membebani. Itu baru contoh kecil yang penulis alami.
Selain pengalaman tadi, Coba kita amati di rumah kita, berapa banyak lampu yang terus menyala hampir tidak pernah mati, berapa lama televisi menyala, kemudian kulkas, pompa air, AC, atau kipas angin, anggaplah, setiap hari semua itu menyala terus selama 10 jam sehari, dan beban listrik yang kita bayar saat in sebesar Rp. 400.000, jika kita rajin mematikan lampu yang tidak seharusnya menyala, mematikan AC jika tidak perlu, mengurangi penggunaan air agar pompa air tidak menyla terus menerus, dan jika penggunaan listrik dapat kita kirangi pemakaiannya menjadi 50% (menjadi 5 jam sehari), secara matematis dapat dihitung bahwa beban listrik yang harus kita bayar hanya tinggal separuh dari saat ini menjadi hanya Rp. 200.000, lumayan hemat kan.
Dan ada lagi sebuah hasil penelitian yang mengungkapkan bahwa, untuk barang elektronik yang tidak terpakai sebaiknya dicabut, karena barang elektronik yang terus tersambung ke listrik tetap akan membebani penggunaan listrik, rupanya penghematan itu dapat kita mulai dari hal-hal yang sederhana.
Betul..betul..betul info yang berguna
info yang bermanfaat