<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Taktik-Ngirit Online</title>
	<atom:link href="http://www.taktik-ngirit.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.taktik-ngirit.net</link>
	<description>Cara Gampang Jadi Orang Kaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 May 2013 01:59:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Hati-Hati Janji Investasi Hasil Tinggi</title>
		<link>http://www.taktik-ngirit.net/hati-hati-janji-investasi-hasil-tinggi/</link>
		<comments>http://www.taktik-ngirit.net/hati-hati-janji-investasi-hasil-tinggi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Sep 2012 15:35:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.taktik-ngirit.net/?p=840</guid>
		<description><![CDATA[Baru-baru ini media sedang gencar memberitakan  tentang peursahaan investasi yang melarikan uang nasabah hingga ratusan milyar. Padahal perusahaan tersebut pad awalnya sanggup memenuhi janjinya untuk memberikan hasil investasi yang menggiurkan bagi tiap investornya. Pada awalnya, menurut cerita salah seorang anggota, memang mendapat imbalan yang cukup besar dari  perusahaan tersebut, tapi itu hanya terjadi beberapa bulan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.taktik-ngirit.net/wp-content/uploads/2012/03/money_rupiah.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-317" title="money_rupiah" src="http://www.taktik-ngirit.net/wp-content/uploads/2012/03/money_rupiah-210x300.jpg" alt="" width="210" height="300" /></a>Baru-baru ini media sedang gencar memberitakan  tentang peursahaan investasi yang melarikan uang nasabah hingga ratusan milyar. Padahal perusahaan tersebut pad awalnya sanggup memenuhi janjinya untuk memberikan hasil investasi yang menggiurkan bagi tiap investornya.</p>
<p>Pada awalnya, menurut cerita salah seorang anggota, memang mendapat imbalan yang cukup besar dari  perusahaan tersebut, tapi itu hanya terjadi beberapa bulan saja selanjutnya, uang investasi yang ditanamkannya menjadi tidak jelas. Bukan hanya satu atau dua orang yang menjadi korban perusahaan  yang menawarkan kerjasama investasi ini, tidak hanya orang-orang awam saja, orang-orang berpendidikan bahkan pejabat tinggi pun, ikut menjadi korbannya.</p>
<p>Sebenarnya perusahaan-perusahaan seperti ini, sudh ada sejak dulu, sudah banyak yang menjadi korban, dan bahkan dilarang pemerintah, tetapi selalu saja muncul, mengambil kesempatan dari  orang-orang yang gampang terpengaruh  akan untung besar dari kerjasma investasi.</p>
<p>Penulis pernah ditanya oleh seorang saudara, tentang sebuah perusahaan yang menawarkan invetasi dengan imbalan sebesar 5%  per bulan dari nilai investasi yang ditanamlan. Untunglah  berkat anjuran penulis untuk tidak menanamkan modal di perusahaan tersebut, selamatlah uang saudra saya tersebut dari aksi tipu-tipu investasi bodong .</p>
<p>Pada dasarnya  dalam prinsip ekonomi itu adalah bahwa, manusia itu cendeung menginginkan untung yang sebesarn-besarnya dari mdal yang sekecil-kecilnya. Nah jika perusahaan harus memberikan imbal hasil 5% per bulan yang berarti 60% setahun, mengapa  tidak sebaiknya, perusahaan pinjam ke bank yang hanya sekitar 18%. Ini seharusnya yang perlu dicermati ketika tawaran itu dating kepada kita.</p>
<p>Lalu, mengenai lamanya perusahaan berdiri, jika baru didirikan 5 tahun belakangan, perlu kita curiga bagaimana sepak terjang perusahaan, selidiki dulu apa usaha yang dijalankannya. Jika baru 5 tahun, sudah mampu member keuntungan yang besar, padahal memilikiusaha sam dengan perusahaan lainnya, maka perlu kehati-hatian untuk menanamkan investasi di sana.</p>
<p>Asal tahu, dulu berdasarkan data yang diperoleh, ada satu yayasan  yang menawarkan program sepert ini,  selidik-punya selidik mereka mampu memberikan imbalan, karena menggunakan dana dari anggota yang baru, untuk membayar hasil investasi anggota yang lama.</p>
<p>Ilustrasinya seperti ini, Orang pertama menanamkan uang 10 juta misalnya dengan imbalan 30% setahun, berarti  3 juta per tahun atau 250 ribu per bulan, sebenarnya imbalan untuk beberapa bulan pertama mereka ambil dari uang investor itu sendiri, kemudian  ada lagi 2 orang yang menjadi anggota karena tertarik akan hasil panggota pertama tadi, masing-masing menanamkan 10 juta, berarti ada tambahan lagi 20 juta, maka uang-uang tersebutlah yang digunakan untuk memberikan hasl investasi bagi anggota pertama, kemudian tiap-tiap anggota baru berhasil merekrut anggota baru lagi, maka uang anggota yang baru, digunakan untuk membayar anggota di atasnya, beitu seterusnya seperti sebuah piramida.</p>
<p>Kondisi seperti ini belum terasa , untuk jangka waktu yang pendek, akan ketahuan jika berjalan dalam jangka waktu yang lama dan jumlah anggota yang sudah cukup banyak, baru masalah sebenarnya akan muncul, perusahaan tidak akan sanggup lagi mengembalikan uang para anggota yang menjadi investaronya.</p>
<p>Pernah kejadian, perusahaan agrobisnis,juga  menawarkan kerjasama seperti ini, memang kepada tiap nasabah, ditunjukkan lahan kebun mereka, dan besarnya htiung-hitungan hasil investasi yang akan diperoleh, celakanya, karena ketidak tahuan para investor, kebun yang ditunjukkan kepada 10 investor berikutnya adalah lahan yang itu-itu juga, sementara pola pengembalian ivestasi, sama dengan pola piramida yang diilustrasikan di atas.</p>
<p>Sepertinya perlu kebijkan dalam mencermati tawaran investasi yang penuh tipu daya ini, semua harus dapat diterima akal sehat, tidak ada perusahaan yang bisa memberikan keuntungan yang besar, sementara dia hanya memperoleh hasil yang sedikit. Prinsip kehati-hatian perlu dijaga, Selamat berinvestasi, gunakan dana yang benar-benar menganggur, untuk berinvestasi pada produk yang memberikan hasil wajar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.taktik-ngirit.net/hati-hati-janji-investasi-hasil-tinggi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekilas Tentang Asuransi</title>
		<link>http://www.taktik-ngirit.net/sekilas-tentang-asuransi/</link>
		<comments>http://www.taktik-ngirit.net/sekilas-tentang-asuransi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Sep 2012 15:22:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.taktik-ngirit.net/?p=838</guid>
		<description><![CDATA[Kita sering mendengar kata asuransi, ketika  sedang jalan-jalan di mall banyak ditemui agen-agen asuransi yang menawarkan produk auransi dengan imbalan seakan-akan sangat menguntungkan, buat kita, ada asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi pendidikan, ada jga asransi yang digabung dengan produk investasi, dengan manisnya para agen asuransi, menjual produk seakan-akan investasi dari asuransi akan memberikan imbal hasil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.taktik-ngirit.net/wp-content/uploads/2012/03/anakdanpayung.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-335" title="anakdanpayung" src="http://www.taktik-ngirit.net/wp-content/uploads/2012/03/anakdanpayung-200x300.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a>Kita sering mendengar kata asuransi, ketika  sedang jalan-jalan di mall banyak ditemui agen-agen asuransi yang menawarkan produk auransi dengan imbalan seakan-akan sangat menguntungkan, buat kita, ada asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi pendidikan, ada jga asransi yang digabung dengan produk investasi, dengan manisnya para agen asuransi, menjual produk seakan-akan investasi dari asuransi akan memberikan imbal hasil yng sangat menguntungkan.</p>
<p>Apakah memang demikian halnya, lalu seperti apakah produk asuransi itu sebenarnya, nah, a tas dasar ingin member informasi singkat seputar asuransi, tulisan ini dipublikasikan, mdah-mudahan member manfaat but para pembaca yang budiman,</p>
<p>Ibarat sebuah paying, asuransi akan berfungsi untuk melindungi, sebuah payung baru berguna ketika hari hujan, kita membeli  payung karena ingin melindungi diri dari guyuran hujan, selain mafaat itu membeli payung  hanya menjad i pemborosan.</p>
<p>Analogi payung itu, begitu halnya asuransi, produk asuransi dijual atas dasar untuk memberi perlindungan jika terkena musibah.  demikian  pada awalnya produk asuransi dijual. Kebanyakan orang tidak siap ketika musibah datang.</p>
<p>Jika diilustrasikan, sebuah keluarga yang hanya mengandalkan suminya bekerja mencari nafkah, ketika sang suami meninggal dunia, atau mengalami kecelakaan sehingga tidak bisa mencari nafkah lagi, maka hilanglah sumber penghasilan keluarga tersebut,sementara perjalanan hidup masih panjang. Nah disinilah produk asuransi akan terasa bermanfaat . Dengan memiliki asuransi, maka pihak asuransilah yang akan menopang keuangan keluarga tersebut.</p>
<p>Namun demikian kita harus berhati-hati dalam memilih produk asuransi, jangan karena bujuk rayu agen asuransi, dan harapan ibmbalan yang sangat bersar, kita hanya  melakukan pemborosan dalam membeli produk asuransi, yang harus diingat adalah bahwa asuransi bukan untuk investasi, tetapi untuk memberi perlindungan jika terkena musibah.</p>
<p>Jika, bermaksud ingin berinvestasi, belilah produk investasi, emas, saham, obligasi, reksadana maupun property. Kecuali jika memang kita menginginkan investasi yang dikombinasi dengan perlindungan, tapi bukan semata-mata untuk investasi. Karena membeli produk asuransi gabuungan dengan asuransi kita diharuskan membayar premi dengan hara yang mahal, sementara imbal hasilnya kecil.</p>
<p>Menurut para ahli keuangan keluarga, tujuan utama membeli produk asuransi, utamakan untuk perlindungan, pada dasarnya membeli produk asuransi seharusnya kita siap kehilangan uang, misalnya kita ikut asuransi jiwa, uang premi yang dibayar  akan hilang, jika si pemiilik polis tidak meninggal dunia , artinya tidak ada uang yang kembali. Akan tetapi jika dia meninggal dunia maka pihak asuransi akan mengganti sesuai perjanjian.</p>
<p>Nah, orang yang ikut asuransi sering mengeluh karena uangnya tidak kembali, kondisi tidak ikhlas inilah terjadi pada masyarakat, orang-orang cenderung merasa rugi jika uangnya tidak kembali. Pemahaman seperti inilah merupakan kesalahan dalam memhami manfaat asuransi sesungguhnya.</p>
<p>Membeli produk asuransi itu sebaiknya sesuaikan dengan kondisi  keuangan keluarga, kita ikut beberapa prosuk asuransi kesehatan, dua samapi tiga produk asuransi, dengan harapan akan mendapat penggantian yang besar ketika kita sakit, memang kita akan mendapatkan pembayaran yang besar ketika dirawat di rumah sakit, dengan demikian mengharapakan imbalan yang besar dengan membeli asuransi kesehatan yang tidak sesuai kebutuhan sama halnya, menginginkan kita sakit, sedangkan kita tidak tahu  kapan kita sakit, tentu sayang kan.</p>
<p>Selanjutnya, jika ingin membeli produk asuransi sebaiknya belilah dari perusahaan asuransi yang bonafit, paling tidak yang masuk kateori 5 samai 6 besar dari perusahaan asuransi yang ada, perusahaan tersebut tentunya memiliki keuangan yang sehat untuk membayar klaim asuransi kita.</p>
<p>Untuk asuransi kesehatan, belilah produk asuransi dari perusahaan yang mimiliki rekanan rumah sakit yang banyak, sehingga  tidak menyulitkan kita untuk mencari-cari rumah sakit.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.taktik-ngirit.net/sekilas-tentang-asuransi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cek Kesehatan Keuangan (2)</title>
		<link>http://www.taktik-ngirit.net/cek-kesehatan-keuangan-2/</link>
		<comments>http://www.taktik-ngirit.net/cek-kesehatan-keuangan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 May 2012 04:49:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keuangan Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.taktik-ngirit.net/?p=479</guid>
		<description><![CDATA[Komponen apa saja yang harus diketahui dalam melakukan finansial cek up, menurut ahli perencana keuangan ada beberapa komponen yang harus kita perhatikan untuk mengetahui seberapa sehat kondisi keuangan kita. Jika pada sebuah perusahaan keuangan, kesehatan keuangannya dilihat dari Laporan keuangan berupa Neraca, Laba Rugi, dan Laporan Arus kas. Neraca., merupakan laporan tentang posisi Aset, Hutang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.taktik-ngirit.net/wp-content/uploads/2012/05/duduk-silang-tangan.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-487" title="duduk silang tangan" src="http://www.taktik-ngirit.net/wp-content/uploads/2012/05/duduk-silang-tangan-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Komponen apa saja yang harus diketahui dalam melakukan finansial cek up, menurut ahli perencana keuangan ada beberapa komponen yang harus kita perhatikan untuk mengetahui seberapa sehat kondisi keuangan kita. Jika pada sebuah perusahaan keuangan, kesehatan keuangannya dilihat dari Laporan keuangan berupa Neraca, Laba Rugi, dan Laporan Arus kas. Neraca., merupakan laporan tentang posisi Aset, Hutang dan Modal, Laporan Laba Rugi, merupakan laporan tentang pendapatan dan pengeluaran dalam periode tertentu sehingga diketahui apakah perusahaan mengalami keuntungan ataupun kerugian, sementara laporan arus kas untuk mengetahui berapa besar arus kas dari kegiatan operasi, pendanaan dan investasi yang menghasilan arus kas masuk.</p>
<p>Begitu pula halnya dengan kondisi kesehatan keuangan, kita mesti tahu komponen yang memengaruhi kesehatan keuangan, adalah aset yang berkualitas diharapkan dapat dikonversi untuk mengatasi kondisi terburuk keuangan kita, pengertian aset adalah semua harta yang dimiliki, tapi memiliki aset yang berkualitas adalah hal yang utama, karena ada aset yang tidak mempunyai nilai jual. Dengan memiliki aset ini kita, maka ketika ada kebutuhan yang sangat mendesak, aset-aset yang kita miliki dapat kita jual, aset-aset ini biasanya berupa uang tunai, tabungan, logam mulia, perhiasan, barang antik, mobil, ataupun rumah dan tanah. Barang-barang ini memiliki nilai jual pada saat dibutuhkan. Silahkan buat daftar aset berkualitas apa saja yang dimiliki, sehingga mengetahui nilai dari aset-aset yang miliki.</p>
<p>Sesungguhnya pada kondisi keuangan yang sehat adalah bahwa, kita dapat mengatasinya apabila kondisi itu tiba-tiba datang, komponen-komponen apa saja yang harus diketahui dalam mengetahui kesehatan keuangan kita. <em><strong> </strong></em></p>
<p><em><strong>Pertama</strong></em> adalah hutang, Jumlahkan tagihan hutang yang meliputi hutang secara tunai kepada saudara, teman dan tetangga, tagihan kartu kredit, kredit kendaraan, kredit perumahan, dan kredit dana tunai pada bank. Ahli perencana keuangan menyarankan bahwa cicilan hutang sebaiknya 30% dari penghasilan tiap bulan, khusus hutang kepada saudar,teman dan tetangga, segera lunasi, jika memang dananya ada, agar mereka tetap meiliki kepercayaan kepada anda, jika memang tidak bisa, segera kumpulkan uang sampai cukup dana untuk melunainya. Coba cek lagi, berapa cicilan semua hutang yang anda harus bayar, jika penghasilan Rp. 15 juta/bulan, maka cicilan sebaiknya jangan lebih dari Rp. 4,5 juta/bulan.</p>
<p><em><strong>Kedua</strong></em>, adalah dana darurat, segera siapkan dana darurat, sebab kita tidak akan pernah tahu, sampai pada suatu ketika, kita akan sangat membutuhkannya, dana darurat itu, biasanya dibutuhkan ketika kita berhenti dari suatu pekerjaan dan masih menunggu tawaran kerja dari tempat lain, untuk membayar pengobatan rumah sakit, jika kita tidak memiliki asuransi kesehatan, untuk membayar biaya sekolah jika kita tidak memilki tabungan pendidikan. Para perencana keuangan menyarankan bahwa, dana darurat yang harus dimiliki adalah sekitar 3 kali dari pengeluaran rutin bulanan, dana darurat, sebaiknya dalam bentuk aset likuid, seperti uang kas, tabungan, logam mulai, dan perhiasan. Jika anda belum, menghitung dana darurat dalam keuangan anda, segera mulailah memperhitungkannya.</p>
<p><em><strong>Ketiga</strong></em> adalah dana pendidikan, punyakah kita persiapan dana pendidikan buat buah hati, kita tentunya tidak ingin sekolah mereka terhenti karena tidak ada biaya. Mungkin ketika anak-anak masil kecil, biaya pendidikan belum begitu mahal sehingga kita lupa menyiapkannya untuk ke depan.  Segera buat persiapan dana, biasanya jika kebutuhannya untuk waktu yang masih agak lama, masih dalam hitungan beberapa tahun, melakukan invetasi baik dal mbentuk logam mulia, saham ataupun reksadana, dapat menjadi pilihan, karena produk investasi akan memberi imbal hasil yang besar dalam jangka waktu yang lama.</p>
<p><strong><em>Keempat</em></strong> adalah asuransi, meskipun wajib dimiliki, dalam membeli produk asuransi, prinsip dalam perencanaan keuangan harus dipegang adalah bahwa, produk asuransi buan merupakan investasi, akan tetapi asuransi merupakan perlindungan diri atas kemungkinan resiko yang terjadi, meski ada produk asuransi yang digabung dengan produk investasi, anda harus berfikir bahwa, membeli asuransi berarti untuk melindungi diri, bukan untuk investasi, karena imbal hasil investasi yang tergabung dengan asuransi imbal hasilnya sangat kecil, agar tidak timbul penyesalan, atas imbal hasilnya, namun akan sangat merasakan manfaatnya jika resiko itu muncul. Contoh , ketika anda mengambil asuransi kesehtan, akan akan merasakan manfaat tidak perlu mengeluarkan biaya membayar rumah sakit dan pengobatan, karena asuransi sudah mengcovernya. Belilah asuransi sesuai kebutuhan, lakukan mulai skarang, utnuk mengantisipasi resiko, seelum resiko itu datang.</p>
<p><em><strong>Kelima</strong></em> adalah dana pensiun, kita tidak ingin tentunya menjadi orang yang menderita, tidak memiliki apa-apa ketika sudah tidak produktif lagi, kita tidak ingin menjadi terlantar tentunya, kita tidak ingin menjadi beban bagi orang lain, termasuk anak-anak. Jadi memiliki dana pensiun merupakan sesuatu yang vital, sehingga harus dipersiapkan mulai sekarang sebelum semua menjadi terlambat. Saran perencana keuangan adalah sekitar 10%-15% dari penghasilan yang dimiliki untuk persiapan dana pensiun.</p>
<p>Selanjutnya, dalam rangka antisipasi hal tersebut di atas, kita harus tahu apa yang dibutuhkan, agar tahu apa harus dilakukan, apakah cukup dengan tabungan, deposita, atau melakukan investasi. Perlu mengtahui apakah untuk kebutuhan jangka pendek, jangka menengah atau jangka panjang. Oleh karena itu kita mesti bisa melakukan diversifikasi agar tidak, menumpuk pada satu cara tertentu seperti tabungan misalnya, atau pada investasi semua.</p>
<p>Hal-hal tersebut diatas merupakan beberapa komponen, yang harus menjadi perhatian, dalam finansial cek up, karena sesungguhnya dalam perencanaan keuangan yang kita harapkan sesungguhnya adalah <em><strong>kebebasan finansial</strong></em> (financial freedom), yaitu mampu memenuhi berbagai keinginan dan terbebas dari masalah keuangan, anda ingin seperti ini, silahkan cek kesehatan keuangan anda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.taktik-ngirit.net/cek-kesehatan-keuangan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cek Kesehatan Keuangan (1)</title>
		<link>http://www.taktik-ngirit.net/cek-kesehatan-keuangan-1/</link>
		<comments>http://www.taktik-ngirit.net/cek-kesehatan-keuangan-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 May 2012 03:24:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keuangan Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.taktik-ngirit.net/?p=474</guid>
		<description><![CDATA[Anda, saya dan sebagian kita, kadang pernah mengalami,kebingunan ketika ada anggota keluarga masuk rumah sakit, bingung ketika harus membayar biaya masuk sekolah yang sangat besar, hilang kesempatan memulai bisnis ketika baru menyadari bahwa tidak ada modal, tidak memiliki dana pada saat yang begitu mendesak, baru timbul penyesalan mengapa tidak menyiapkannya sejak lama, sehingga tidak harus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.taktik-ngirit.net/wp-content/uploads/2012/05/duduk-silang-tangan.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-487" title="duduk silang tangan" src="http://www.taktik-ngirit.net/wp-content/uploads/2012/05/duduk-silang-tangan-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Anda, saya dan sebagian kita, kadang pernah mengalami,kebingunan ketika ada anggota keluarga masuk rumah sakit, bingung ketika harus membayar biaya masuk sekolah yang sangat besar, hilang kesempatan memulai bisnis ketika baru menyadari bahwa tidak ada modal, tidak memiliki dana pada saat yang begitu mendesak, baru timbul penyesalan mengapa tidak menyiapkannya sejak lama, sehingga tidak harus bersusah payah mencari pinjaman ketika harus membayar rumah sakit, dan ke pihak sekolah, baru timbul penyesalan mengapa tidak tahu kondisi keuangan sebenarnya.</p>
<p>Nah, berkaca dari pengalaman di atas, sudahkah kita mengevaluasi seberapa sehatkah keuangan kita sesungguhnya?, atau masih tidak peduli dengan itu, apakah memang perlu mengetahui seberapa sehat kondisi keuangan?, toh sehat atau tidak hidup tetap berjalan.</p>
<p>Para perencana keuangan menyarankan bahwa, mengevalusai kesehatan finansial adalah hal yang paling mendasar dilakukan, seperti halnya kesehatan tubuh, agar dapat mengetahui adanya penyakit sejak dini, perlu dilakukan cek kesehatan (general cek up), agar segera mendapat pengobatan sedini mungkin sebelum menjadi parah. Begitu pun kesehatan keuangan, ternyata perlu juga dilakukan cek kesehtannya, dalam perencanaan keuangan, cek kesehatan keuangan harus dilakukan sebelum kita menyiapkan rencana investasi dan tabungan.</p>
<p>Lalu bagaimana seseorang itu dianggap sehat secara finansial. Sehat secara finansial adalah apabila memiliki aset berkualitas yang lebih besar dari hutang, penghasilan yang masih bisa membayar cicilan, sehingga masih ada arus kas yang masuk. Mengapa aset berkualitas, karena aset berkualitas akan memiliki nilai jual pada saat ada kebutuhan dana yang banyak, ketika penghasilan tidak mampu menutupinya dengan segera.</p>
<p>Pengalaman saya, selama ini saya menanamkan prinsip dikeluarga agar tidak mengutamakan penampilan, sehingga tidak peduli dengan perabotan, furniture maupun pesawat televisi yang dimiliki, yang penting masih bisa ditonton. Kami lebih mengutamakan tabungan dan investasi. Manfaatnya terasa pada suatu ketika, timbul keinginan untuk berbisnis, kebetulan ada seorang saudara menawarkan kerjasama bisnis, padahal modal yang diinginkan begitu besar, dengan aset berkualitas yang dimiliki kami dapat memenuhi modal yang diminta seketika, aset-aset tersebut berupa perhiasan dan kendaraan yang dimiliki, dari hasil usaha itu kini ada penghasilan lain slain gaji dari kantor.</p>
<p>Coba kita kita kunjungi salh satu perencana keuangan untuk meminta saran, guna membuat perencanaan keuangan kita, pertama-tama yang mereka sodorkan adalah,  formulir tentang sumber penghasilan, untuk apa penghasilan itu diluarkan, berapa banyak aset, dan berapa besar hutang yang kita miliki, berapa besar cicilan yang harus kita bayar tiap bulan. Mereka akan melakukan cek up atas kesehatan keuangan kita.</p>
<p>Mengingat pentingnya melihat kesehatan keuangan, kita tampaknya perlu juga melakukan finansial cek up, ini dapat dilakuakn dengan berkonsultasi pada perencana keuangan, ataupun dapat kita lakukan sendiri asal tahu komponen apa  saja dalam keuangan, yang perlu diketahui untuk memeriksa kesehatan keuangan. (bersambung)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.taktik-ngirit.net/cek-kesehatan-keuangan-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manajemen Hutang</title>
		<link>http://www.taktik-ngirit.net/manajemen-hutang/</link>
		<comments>http://www.taktik-ngirit.net/manajemen-hutang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 May 2012 07:22:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rencana Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.taktik-ngirit.net/?p=458</guid>
		<description><![CDATA[Hidup senang bebas dari hutang, itu mungkin menjadi keinginan setiap orang, semua ingin hidup berkecukupan, tanpa kekurangan, tidak perlu berlebihan asalkan cukup ya syukur, itu mungkin bisa berlaku untuk sebagian orang, atau ada lagi yang punya kelebihan penghasilan, apapun yang diinginkan bias terpenuhi kapanpun. Tapi bagi ada sebagian orang dalam memenuhi keinginan terpaksa dengan cara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.taktik-ngirit.net/wp-content/uploads/2012/05/crane.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-460" title="Construction crane" src="http://www.taktik-ngirit.net/wp-content/uploads/2012/05/crane-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Hidup senang bebas dari hutang, itu mungkin menjadi keinginan setiap orang, semua ingin hidup berkecukupan, tanpa kekurangan, tidak perlu berlebihan asalkan cukup ya syukur, itu mungkin bisa berlaku untuk sebagian orang, atau ada lagi yang punya kelebihan penghasilan, apapun yang diinginkan bias terpenuhi kapanpun. Tapi bagi ada sebagian orang dalam memenuhi keinginan terpaksa dengan cara berhutang, misalnya untuk mempercepat perjalanan dan kenyamanan, perlu memiliki mobil atau sepeda motor yang tidak mungkin dibeli secara tunai, tapi bisa bila membeli dengan cara mencicil, atau untuk menunjang proses belajar anak perlu memberi fasilitas komputer yang dibeli dengan cara kredit.</p>
<p>Sebenarnya berhutang itu perlu gak sih?, perlu gak perlu, jawabnya ya tergantung untuk apa kebutuhannya. Sesungguhnya ada seribu satu alasan mengapa orang berhutang, mulai dari untuk memenuhi kebutuhan hidup atau ada juga yang hanya sekedar mengikuti gaya hidup dan keinginan. Dulu, waktu kuliah, dosen saya mengatakan bahwa hutang itu merupakan “leverage”(pengungkit), menggunakan pengungkit tujuannya agar mempermudah mengangkat beban, jadi berhutang itu sejatinya bertujuan agar bisa membantu meringankan beban dalam rangka memenuhi kebutuhan mendesak. Namun yang namanya hutang, tetap merupakan sebuah kewajiban yang harus diselesaikan, hutang bagaimanapun tetap harus dibayar.</p>
<p>Kalau bisa sih jangan berhutang, agar bisa makan menjadi enak dan tidurpun nyenyak, jika tidak perlu-perlu amat sebaiknya hindari menggesek kartu kredit. Tapi Jika harus berhutang bagaimana?, yang jelas mesti tahu tujuan berhutang itu untuk apa, dan bagaimana dengan cara membayarnya, biasanya untuk jumlah yang besar melalui cara cicilan, para perencana keuangan, mematok di angka 30% dari penghasilan, untuk membayar cicilan hutang. Biasanya potensi terjerat hutang muncul ketika cicilan yang harus dibayar jumlahnya besar dan kurang disiplin dalam melakukan pembayaran.</p>
<p>Ketika terpaksa harus berhutang, tentunya kita mesti tahu kegunaan dan tujuan dari berhutang itu sendiri, jika itu memang untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak dan mengatur arus kas, tidak ada salahnya berhutang, yang jelas hutang memang ada manfaatnya, memang untuk meringankan beban kita dan kita mampu membayarnya.</p>
<p>Ketika terlanjur memiliki hutang yang banyak, masih ada solusi yang bisa ditempuh dengan manajemen hutang, pertama untuk hutang jangka pendek, bayarlah telebih dahulu cicilan hutang dengan bunga yang tinggi, biasanya bunga tinggi dikenakan untuk hutang yang sifatnya konsumtif, dan biasanya kita berhutang dengan menggunakan kartu kredit, untuk itu usahakan memperbesar pembayaran cicilan atas hutang dengan bunga yang paling tinggi. Misalnya kita memiliki hutang dari beberapa kartu kredit, prioritaskan untuk membayar cicilan dengan bunga paling tinggi, baru kemudian menyelesaikan hutang kartu kredit lain tanpa mengurangi porsi cicilan.</p>
<p>Untuk hutang jangka panjang, kita bisa melakukan refinancing, atau merestrukturisasi hutang, caranya adalah membayar hutang lama dengan membuat hutang baru, banyak bank memiliki program ini, tapi yang perlu diperhatikan adalah bunga hutang yang baru, kalau bisa lebih rendah dari hutang yang lama, dan untuk mengatur cash flow, bisa minta jangka waktu hutang sedikit lebih panjang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.taktik-ngirit.net/manajemen-hutang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Insting Pengusaha</title>
		<link>http://www.taktik-ngirit.net/insting-pengusaha/</link>
		<comments>http://www.taktik-ngirit.net/insting-pengusaha/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Apr 2012 07:09:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis dan Wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.taktik-ngirit.net/?p=398</guid>
		<description><![CDATA[Yang ingin saya ceritakan kali ini adalah bagaimana seorang yang memiliki insting seorang pengusaha, memutuskan layak atau tidak untuk membangun  usaha, serta konsekuensi kesiapan menanggung resiko yang akan terjadi. Beberapa minggu yang lalu, seorang saudara yang lama tidak terdengar kabarnya menelepon, dalam percakapan, beliau bercerita bahwa saat ini sedang melakukan ekspansi mengembangkan usaha. Ada beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.taktik-ngirit.net/wp-content/uploads/2012/04/pengusaha1.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-434" title="pengusaha" src="http://www.taktik-ngirit.net/wp-content/uploads/2012/04/pengusaha1-1024x766.jpg" alt="" width="322" height="241" /></a>Yang ingin saya ceritakan kali ini adalah bagaimana seorang yang memiliki insting seorang pengusaha, memutuskan layak atau tidak untuk membangun  usaha, serta konsekuensi kesiapan menanggung resiko yang akan terjadi.</p>
<p>Beberapa minggu yang lalu, seorang saudara yang lama tidak terdengar kabarnya menelepon, dalam percakapan, beliau bercerita bahwa saat ini sedang melakukan ekspansi mengembangkan usaha. Ada beberapa daerah yang menjadi target ekspansinya, termasuk di daerah tempat saya bertugas sekarang ini, kota Tanjungpinang, beliau menanyakan bagaimana kemungkinan membuka usaha di sini. &#8220;Juk&#8221;, begitu beliau biasa memanggil nama saya, &#8220;kabarnya, kota Tanjungpinang sedang giat dalam pembangunan, kira-kira bagaimana kemungkinan saya untuk melakukan ekspansi ke sana&#8221;. Lalu saya ceritakan sedikit mengenai kota yang terletak di Pulau Bintan ini,&#8221;Kota Tanjungpinang ini merupakan ibukota propinsi Kepulauan Riau, Kota Yang terletak di Pulau Bintan, di mana di Pulau Bintan ini terdapat satu kota yaitu kota Tanjungpinang dan satu kabupaten yaitu kabupaten Bintan, yang saat ini beribukota di Kijang, selain itu di pulau ini ada satu daerah lagi yaitu Tanjung Uban&#8221;, itu kira-kira yang dapat saya jelaskan tentang daerah ini,&#8221;untuk pembangunan, sejak daerah ini menjadi ibukota propinsi, memang sedang giat dilakukan pembangunan, sepengetahuan saya, banyak komplek perumahan dan ruko yang sedang dibangun, tampaknya masih ada potensi yang besar buat lahan bisnis anda,&#8221; lanjut saya menjelaskan. &#8220;Ok, kalau begitu beberapa hari lagi saya akan ke sana, untung saya ingat ente di sana, bisa kan nganter saya keliling untuk survey&#8221; lanjutnya, &#8220;ok saya tunggu, nanti jika ke sini kasih kabar saya.&#8221;</p>
<p>Hari sabtu pagi, telepon berbunyi ketika diangkat suara orang setengah berteriak, &#8220;Halo Juk, ini nomor saya yang lain, saat ini kami lagi boarding pass menuju Batam, nanti ketika sampai di Pelabuhan Sri Bintan Putra Tanjungpinang saya kabari lagi dan kalau tidak merepotkan, tolong, booking hotel dua kamar, buat kami &#8220;. &#8220;Ok&#8221;, hanya itu yang bisa saya jawab.</p>
<p>Singkat cerita, setelah bersalaman ketika bertemu di pelabuhan, kami langsung mencari mobil sewaan, dan langusng menuju hotel, dari sana setelah beristirahat sejenak, perjalanan pun berlanjut melihat-lihat kota melihat kemungkinan, mencari di mana pusat bisnis, berkeliling melihat-lihat pelabuhan, mencari perusahaan pengangkutan.  Hingga berhenti untuk makan siang, sehabis itu perjalanan berlanjut, tiba-tiba sopir diminta berhenti, di depan sebuah ruko. Singkat cerita, terjadi kesepakatan harga sewa ruko dengan pemilik untuk dua tahun.</p>
<p><a href="http://www.taktik-ngirit.net/wp-content/uploads/2012/04/Kode-ok.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-431" title="Kode-ok" src="http://www.taktik-ngirit.net/wp-content/uploads/2012/04/Kode-ok-200x300.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a>Dari peristiwa tersebut ada beberapa hal yang dapat saya pelajari adalah,  <em>bisa melihat peluang dan tahu apa yang dibutuhkan, membuat rencana ke depan, cepat dalam mengambil keputusan, pintar menjaga hubungan baik.</em></p>
<p><strong><em>Bisa melihat peluang</em></strong>, ketika melakukan survey dia bisa melihat apa yang belum ada ataupun belum banyak tersedia, sehingga dapat melihat potensi apa yang masih mungkin, sehingga dapat menentukan usaha apa yang cocok dijalankan, siapa pesaing yang sudah ada, bagaimana kemungkinan menghadapi saingan.</p>
<p><em><strong>Membuat rencana kedepan</strong></em>, ketika survey, yang kami kunjungi selain melihat potensi, adalah mencari lokasi usaha yang cocok, kemudian pelabuhan, perusahaan pengiriman barang (ekspedisi), tempat sewa angkutan, melihat pelabuhan. kesan saya adalah, seorang pengusaha mulai membuat rencana terlebih dahulu, memikirkan apa yang akan dijual, darimana akan dikirim barang, apa alat transportasi yang mungkin digunakan, berapa besar biaya kirim , berapa lama waktu pengiriman.</p>
<p><em><strong>Cepat dalam membuat keputusan</strong></em>, semua keputusan diambil dalam waktu yang tidak terlalu lama, menentukan apa yang bisa dijual, menentukan letadi mana lokasi usaha, menetapkan harga sewa gedung, hingga menentukan siapa pegawai yang cocok ditempatkan di lokasi baru, diputuskan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Begitu yang terjadi sebelumnya pada saat negosiasi sewa kendaraan untuk survey selama dua hari, semua diputuskan secara cepat tanpa perhitungan yang berbelit-belit.</p>
<p><em><strong>Pintar menjaga hubungan baik</strong></em>, ketika melakukan negosiasi dengan pemilik gedung, terjadi komunikasi yang hangat antara keduanya, mereka seakan sudah lama bertemu dan berhubungan, hingga timbul kesepatan harga. Apa yang dikatakan sang pengusaha, &#8220;pak, mudah-mudahan hubungan bisnis ini tidak sekedar bisnis, saya senang jika saya bisa memiliki saudara di sini&#8221;. si empunya gedung menjawab,&#8221;baik pak, jika bapak ada waktu dan berkenan, sudilah kiranya main ke rumah saya&#8221;, sambil si pemilik gedung menunjuk di mana letak rumahnya.</p>
<p>itulah kesan yang saya pelajari dari seorang pengusaha, mungkin anda ada pendapat atau pengalaman lain, silahkan untuk berbagi pengalaman.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.taktik-ngirit.net/insting-pengusaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hati-hati, Pengeluaran tak Terduga</title>
		<link>http://www.taktik-ngirit.net/hati-hati-pengeluaran-tak-terduga/</link>
		<comments>http://www.taktik-ngirit.net/hati-hati-pengeluaran-tak-terduga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Apr 2012 09:17:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keuangan Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taktik-ngirit.net/?p=351</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu pelatihan tentang perencanaan keuangan, instruktur meminta kepada peserta untuk mengisi daftar isian untuk financial check up, mengenai kondisi keuangan mereka. Berdasarkan isian tersebut, diketahui ada beberapa orang peserta dapat menyisihkan sekitar 10% penghasilannya setiap bulan. Seharusnya, dengan kondisi demikian, peserta tersebut seharusnya memiliki tabungan ataupun investasi pada rekening mereka sesuai harapan sang instruktur. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada suatu pelatihan tentang perencanaan keuangan, instruktur meminta kepada peserta untuk mengisi daftar isian untuk <em>financial check up</em>, mengenai kondisi keuangan mereka. Berdasarkan isian tersebut, diketahui ada beberapa orang peserta dapat menyisihkan sekitar 10% penghasilannya setiap bulan. Seharusnya, dengan kondisi demikian, peserta tersebut seharusnya memiliki tabungan ataupun investasi pada rekening mereka sesuai harapan sang instruktur. Tapi yang terjadi adalah, tidak ditemukan hasil penyisihan yang dilakukan oleh peserta selama ber tahun-tahun, ini benar-benar cukup membingungkan, tidak ada di rekening peserta maupun dalam bentuk investasi yang lain.</p>
<p><a href="http://taktik-ngirit.net/wp-content/uploads/2012/01/dua-gadis.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-287" title="dua-gadis" src="http://taktik-ngirit.net/wp-content/uploads/2012/01/dua-gadis-199x300.jpg" alt="" width="199" height="300" /></a>inilah yang perlu dicermati bahwa, kadang kita telah melakukan tahapan-tahapan dalam perencanaan keuangan, membuata catatan penerimaan dan pengeluaran setiap bulan, membuat daftar belanja agar efektif, melakukan penghematan-penghematan. Dari hasil pencatatan penerimaan dan pengeluaran, ada selilsih lebih yang seharusnya bisa ditabung maupun disisihkan untuk investasi. Namun seperti kondisi di atas, hasil penyisihan tersebut tidak ada sama sekali, inilah yang terjadi pada saat kita tidak melakukan evaluasi atas pengelolaan keuangan kita, dan hanya menghitung di awal, tanpa kita sadari ada sesuatu yang belum kita perhitungkan, baik itu yang terduga (karena kurang disiplin) ataupun yang tidak terduga.</p>
<p>Prinsip mengelola keuangan itu kan, pada dasarnya adalah penghasilan harus selalu lebih besar dari pengeluaran, betul itu sudah kita lakukan. Tapi kesalah kita biasanya hanya memperhitungkannya di awal bulan, kemudian membiarkannya mengalir sampai akhir bulan, tanpa ada evaluasi, yang seharusnya dilakukan di akhir bulan, mengecek kembali saldo tabungan apakah memang ada ahsil penyisihan yang dilakukan.</p>
<p><a href="http://taktik-ngirit.net/wp-content/uploads/2012/01/gadis-belanja.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-284" title="gadis-belanja" src="http://taktik-ngirit.net/wp-content/uploads/2012/01/gadis-belanja-195x300.jpg" alt="" width="195" height="300" /></a>Menurut para ahli perencana keuangan, ada beberapa hal yang menjadi pos pengeluaran yang besar, kadang ini terjadi di luar daftar anggaran:</p>
<ul>
<li><em><strong>Membeli pakaian dan berbagai produk fashion</strong></em>, tidak dapat dipungkiri bahwa setiap orang ingin tampil menarik, ingin tampil rapih, necis. Ini tentunya membuat orang-orang rela membeli produk-produk mewah berharga mahal. Ingin memperoleh pujian, juga berpengaruh terhadap gaya belanja seseorang, jadi berbelanja demi gengsi, yang dibeli harus merek terkenal dengan harga mahal. Padahal ada produk sejenis dengan kualitas yang tidak kalah jauh, tentunya dapat dibeli dengan harga lebih murah. Coba kita evaluasi gaya belanja kita, apakah belanja demi gengsi dan mendapat pujian atau karena kebutuhan.</li>
<li><strong><em>Barang-barang elektronik</em></strong>, ada seorang teman, yang sangat menyukai barang elektronik seperti audio, komputer, telepon seluler (ponsel) dan gadget, dia tidak pernah melewatkan setiap ada pameran komputer dan elektronik, pernah kejadian pada suatu pameran dia membeli modem di hari lain pemeran, sementara sudah pernah membeli modem merek lain di hari sebelumnya, hanya karena ada sedikit keunggulan pada modem yang dibeli terakhir, pernah kejadian membeli ponsel kembali seminggu kemudian, setelah membeli ponsel seminggu sebelumnya, hanya karena ponsel terakhir menggunakan sistem operasi dengan teknologi terbaru. Ketika saya tanyakan untuk apa telepon yang dibeli sebelumnya ponsel, dia bilang, &#8220;disimpan ajalah, kan sudah terlanjur dibeli&#8221;, padahal ponsel yang dibeli sebelumnya, tidak kalah canggih dengan yang dibeli terakhir. Biasanya, untuk barang elektronik, kita mebeli karena terpancing oleh iklan, baik mengenai keunggulan desain, kenyamanan dan keunggulan teknologi, dan kadang juga karena gengsi, silahkan evaluasi apakah anda mengalami ini.</li>
<li><strong><em>Jalan-jalan</em></strong>, Saya dulu mengalami kebiasaan seperti ini, memang dana untuk jalan-jalan sudah kami anggarkan di awal bulan, namun dalam prakteknya, karena tidak disiplin melakukannya, jebol juga, ada saja pengeluaran yang tidak terduga yang harus keluar. Bagi saya yang sudah bekeluarga, biasanya keinginan anak-anak untuk main di game entertainment, atau membeli mainan, memang susah mencegahnya, tapi tetap ada cara yang dilakukan. Bahkan untuk makan, ketika kita makan-makan di pusat perbelanjaan, siap-siap keluar biaya mahal untuknya. Cara saya dulu melakukannya adalah, kurangi jalan-jalan, ke pusat perbelanjaan, jujur mengatakan kepada anak-anak, sayang jika mengeluarkan uang hanya untuk membeli mainan, yang kadang dibeli hanya untuk kepuasan mata belaka.</li>
<li><em><strong>Traktir mentraktir</strong></em>, terutama makan-makan, sudah menjadi sesuatu yang umum, ketika hari ulang tahun, ataupun memperoleh suatu prestasi, atau keberuntungan, permintaan untuk mentraktir biasanya datang dari teman-teman, sebenarnya, jika memang tidak ada anggaran untuk itu, dan tidak perlu-perlu amat, tentunya dapat dihindari dan orang pun tidak akan memaksa, kita tidak dianggap pelit, karenanya,  jika memang kita bukan orang pelit.</li>
<li><em><strong>Hadiah dan Sumbangan</strong></em>, ini juga merupakan pengeluaran yang tidak terduga, yang hampir dipastikan ada setiap bulannya, memberikan hadiah dan sumbangan, seharusnya sesuai dengan kemampuan yang kita miliki, jangan karena dianggap orang yang mampu ataupun orang sukses, kita melakukannya jor-joran tanpa terkendali, sebab memberikan hadiah baik itu, untuk pernikahan, ulang tahun, atau sumbangan untuk kegiatan di RT, sumbangan untuk kegiatan sekolah, dan lain sebagainya, biasanya acara-acara tersebut tidak hanya sekali dua kali. Nah, bagaimana jika kita memberi hadiah dan sumbangan, cuma karena rasa tidak enak ataupun karena ingin dianggap orang mampu, jika ini terjadi siap-siap isi kantong anda jebol, bagaimanapun tetap perlu kebijaksanaan untuk hal ini.</li>
<li><strong><em>Pulsa Telepon</em></strong>, ini juga kadang pengeluarannya terjadi tidak terduga, jika kita cermati, kadang kita menelpon seseorang bukan karena kebutuhan, atau untuk menjalin silaturahmi, tetapi hanya untuk ngobrol sesuatu yang seharusnya tidak perlu, padahal fungsi telepon sebagai alat komunikasi untuk menghubungi seseorang ketika ada sesuatu yang penting, atau sekedar untuk menjalin silaturahmi, bukan untuk membicarakan sesuatu yang tidak perlu, atau karena mengisi rasa iseng. Coba cek kembali berapa banyak pulsa ponsel yang telah kita beli setiap bulan, coba ingat kembali untuk apa pulsa tersebut digunakan, jika cukup kirim SMS, kiranya tidak perlu harus menelepon, mungkin, jika disiplin, anggaran pulsa yang ditentukan di awal bulan, sudah cukup, tanpa perlu membeli pulsa berkali-kali untuk pembicaraan yang tidak perlu.<em><strong></strong></em></li>
<li><em><strong>Hobi</strong></em>, untuk urusan yang satu ini, biasanya orang seringkali tanpa perhitungan, untuk memuaskan hobinya, berapapun biaya yang dikeluarkan tidak akan menjadi masalah. Sepertinya tidak ada ukuran berapa besarnya anggaran yang mesti disiapkan, karena hobi merupakan masalah pemenuhan kepuasan. Seorang yang punya hobi memodifikasi mobil misalnya, tidak peduli berapapun besarnya biaya yang harus dikeluarkan, yang penting, hasil modifikasinya sesuai dengan keinginan. Nah, jika kita memiliki hobi, sepertinya mesti rela menyiapkan dana lebih, atau pintar-pintar menahan diri untuknya.</li>
</ul>
<p>Coba cek lagi, sisa lebih anda setiap bulan, apakah sudah benar tertanam pada investasi atau mengendap di tabungan, atau jangan-jangan sudah tidak ada lagi, karena terpakai untuk pos-pos sebagaimana di atas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.taktik-ngirit.net/hati-hati-pengeluaran-tak-terduga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah bisa, asuransi mengganti sumber penghasilan ?</title>
		<link>http://www.taktik-ngirit.net/apakah-asuransi-bisa-mengganti-pemasukan/</link>
		<comments>http://www.taktik-ngirit.net/apakah-asuransi-bisa-mengganti-pemasukan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2012 09:36:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taktik-ngirit.net/?p=332</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin anda pernah menonton sebuah tayangan di televisi, bagaiman kesulitan yang timbul dalam sebuah keluarga yang suaminya meninggal, kemudian ada ada seorang bapak dengan percaya diri menyampaikan kepada pemirsa bahwa dia merasa tenang jika mengalami kejadian yang tidak diingikan atas dirinya, krena telah memiliki asuransi. Jika kita cermati iklan tersebut, betapa pentingnya sebuah produk asuransi, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Mungkin anda pernah menonton sebuah tayangan di televisi, bagaiman kesulitan yang timbul dalam sebuah keluarga yang suaminya meninggal, kemudian ada ada seorang bapak dengan percaya diri menyampaikan kepada pemirsa bahwa dia merasa tenang jika mengalami kejadian yang tidak diingikan atas dirinya, krena telah memiliki asuransi.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika kita cermati iklan tersebut, betapa pentingnya sebuah produk asuransi, untuk<a href="http://taktik-ngirit.net/wp-content/uploads/2012/01/wanitaberfikir.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-280" title="wanitaberfikir" src="http://taktik-ngirit.net/wp-content/uploads/2012/01/wanitaberfikir-200x300.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a> keluarga pertama, katakanlah jika selam ini si suami mempunyai penghasilan setiap bulan sebesar Rp. 7.000.000, berarti ketika beliau meninggal, pemasukan setiap bulan itu akan hilang. Dapat kita bayangkan bagaimana sulitnya bagi keluarga yang ditinggal, mungkin ada tabungan yang masih tersisa, tapi berapa lama tabungan itu dapat memenuhi kebutuhan, mungkin kesulitan akan teratasi jika istri yang ditinggal berhasil mendapatkan pekerjaan, tapi jika tidak, apa yang akan terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Lain halnya dengan keluarga kedua, ketika dirinya meninggal dengan asuransi yang dimilikinya maka, jika ada kejadian seandainya dirinya meniggal dunia, maka pihak keluarga dapat mengajukan klaim atas uang pertanggungan asuransi, dengan uang tersebut pihak keluarga dapat menggunakannya untuk modal usaha ataupun menyimpan dalam bentuk deposito dan hanya mengambil bunga setiap bulan dari hasil depostio tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Asuransi merupakan suatu produk yang timbul karena suatu perjanjian, dimana perusahaan penjual asuransi, memberikan janji untuk membayar santunan kepada pembeli, jika mengalami resiko yang tidak diinginkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Produk asuransi itu biasanya adalah :</p>
<p style="text-align: justify;">1. Asuransi Jiwa</p>
<p style="text-align: justify;">2. Asuransi Kesehatan</p>
<p style="text-align: justify;">3. Asuransi Kerugian</p>
<p style="text-align: justify;">Fungsi asuransi sesungguhnya adalah untuk proteksi, untuk perlindungan atas resiko tertentu seperti, kematian, sakit, kecelakaan, musibah atas kendaraan maupun musibah atas rumah. Jika seandainya musibah tersebut terjadi, kita akan mengeluarkan sejumlah uang yang nilainya cukp besar untuk mengatasinya, dengan adanya asuransi, maka biaya tersebut tidak perlu dikeluarkan, sebab asuransi akan menutupnya.</p>
<p style="text-align: justify;">tapi yang perlu dicermati adalah bahwa, membeli asuransi tetap harus sesuai dengan kebutuhan, bagaimana mungkin anda membeli asuransi pendidikan untuk anak, sementara anda belum memiliki anak, ataupun membeli asuransi kerugian atas kendaraan, sementara anda tidak memiliki kendaraan.</p>
<p style="text-align: justify;">Intinya adalah membeli asuransi sesuai kebutuhan, misalkan kita jarang sakit sebaiknya mengambil asuransi kesehatan rawat inap, karena biaya untuk rawat inap merupakan pos terbesar, sebab dalam asuransi kesehatan pertama, adalah asuransi untukpertanggungan rawat inap, kemudian asuransi lengkap, jenis asuransi kesehatan ini tidak hanya menanggung rawat inap saja, akan tetapi juga rawat jalan. Namun jika anda jarang sakit, dengan hanya membeli produk rawat inap, premi yang dibayar tentunya lebih murah dibanding membayar premi untuk asuransi kesehatan lengkap.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi kita dituntut cermat dan bijak dalam membeli sebuah produk asuransi, sebab sekarang demi memenangkan persaingan, perusahaan asuransi mulai mengluarkan bermacam produk yang bermacam ragam, bahkan ada yang telah dikombinasikan dengan invetasi, untuk menarik minat para pembeli yang mempunyai minat investasi. Oleh karena itu mestinya kita paham terhadap produk-produk asutransi yang ditawarkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Asuransi dengan Investasi, sejatinya produk asuransi adalah untuk proteksi, karena kehebatan teknik pemasaran, banyak produk asuransi yang ditawarkan dikombinasi dengan investasi, bagaimana kita mencermatinya, jelas dalam berinvestasi yang kita inginkan adalah pengembalian modal untuk masa mendatang tentunya dengan imbal hasil yang besar, untuk itu yang perlu dipahami adalah apakah produk investasi tersebut dapat meberikan imbal hasil seusai dengan ekspektasi atau harapan kita. Jika memuaskan dapat diambil dan jika tidak, mungkin cukup membeli asuransi tanpa investasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat melakukan klaim, kita tentunya tidak ingin mengalami bahwa kita tidak kapat melakukan klaim, bisa terjadi karena isi kontrak yang sebelumnya tidak kita pahami, prinsip kehati-hatian perlu dilkakukan dalam membaca klausul kontrak, lakukan pertanyaan secra jelas sedetail mungkin, ataupun kita tidak menginginkan perusahaan asuransi tidak mampu membayar klaim, karena tidak memiliki dana.</p>
<p style="text-align: justify;">Kebijakan dan kecermatan dalam membeli produk asuransi merupakan cara terbaik agar dapat memenuhi harapan bahwa asuransi akhirnya dapat memberikan penggantian atas resiko yang kita alami, dan menjadi pengganti sumber penghasilan. Silahkan pilih produk asuransi yang cocok buat anda.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.taktik-ngirit.net/apakah-asuransi-bisa-mengganti-pemasukan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asuransiku Pertama</title>
		<link>http://www.taktik-ngirit.net/asuransiku-pertama/</link>
		<comments>http://www.taktik-ngirit.net/asuransiku-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2012 08:48:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taktik-ngirit.net/?p=330</guid>
		<description><![CDATA[Pertama kali ditawarkan sebuah asuransi, sebenarnya saya tidak begitu paham apa tujuan saya membelinya, ketika itu seorang teman menawarkan sebuah asuransi jiwa dengan premi hanya sebesar Rp. 50.000 untuk pertanggungan sekitar Rp. 10.000.000 jika meninggal dalam jangka waktu sejak asuransi dimiliki ngeri kan, niat membeli ya cuma buat membantu supaya produk jualan teman itu laku. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://taktik-ngirit.net/wp-content/uploads/2012/03/anakdanpayung.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-335" title="anakdanpayung" src="http://taktik-ngirit.net/wp-content/uploads/2012/03/anakdanpayung-200x300.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a>Pertama kali ditawarkan sebuah asuransi, sebenarnya saya tidak begitu paham apa tujuan saya membelinya, ketika itu seorang teman menawarkan sebuah asuransi jiwa dengan premi hanya sebesar Rp. 50.000 untuk pertanggungan sekitar Rp. 10.000.000 jika meninggal dalam jangka waktu sejak asuransi dimiliki ngeri kan, niat membeli ya cuma buat membantu supaya produk jualan teman itu laku.</p>
<p style="text-align: justify;">Untunglah sampai masa pertanggungan saya masih dalam keadaan sehat wal afiat, walaupun uang lima puluh ribu menguap, tidak ada resiko sesuai perjajanjian berarti tidak ada klaim atas uang pertanggungan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian, suatu ketika ada agen asuransi dari perusahaan asuransi terkenal datang untuk menawarkan sebuah produk asuransi, sebenarnya waktu itu yang saya cari adalah sebuah produk investasi semacam dana pensiun, tapi yang saya inginkan tidak ada, jadi saya tolak produk yang ditawarkannya, yang ada dibenak saya saat itu adalah saya harus membeli sebuah produk untuk proteksi, dan jika tidak ada resiko yang saya alami uang saya akan hilang.</p>
<p style="text-align: justify;">Rupanya agen tersebut dengan gigih inta waktu presentasi, dengan kemampuan komunikasi sebagai seorang sales, akhirnya rayuan sang agen terpaksa dituruti. Berdasarkan keterangan yang disampaikan bahwa produk asuransi yang dijual olehnya merupakan gabungan antara sebuah produk asuransi dan investasi dalam satu kemasan, produk two in one, karena saat itu kebetulan saya baru memiliki seorang putera, maka yang saya minati adalah produk asuransi pendidikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya, karena dari awal yang saya cari adalah sebuah produk investasi murni, yang memberikan imbal hasil tinggi untuk jangka panjang, maka pertanyaan-pertanyaan kritis tentang berapa imbal hasil dari produk tawarannya, sampai diperoleh angka simulasi dari komputer miliknya yang hasilnya jelas jauh berbeda denga ekspektasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari hasil perhitungan, karena produk ini merupakan gabungan antara asuransi dan investasi, maka setiap jangka waktu tertentu saya akan memperoleh nilai tunai dari nilai investasi, dan dari kontrak selama misalkan 20 tahun, yang perlu dibayar hanya sekitar 17 tahun, setelah itu tidak perlu membayar, dan jika pada masa kontrak tidak ada resiko sesuai kontrak, maka investasi akan dikembalikan, dan jika pada masa kontrak mengalami resiko, misalnya kematian, maka akan diberikan uang pertanggungan sesuai dengan kontrak.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat itu saya berpendapat bahwa imbal hasil yang diperoleh tidak sepadan dengan imbal hasil dari produk asuransi tersebut, menurut agen asuransi, memang jika dibandingkan dengan produk investasi seperti saham, emas dan properti hasil itu tidak sebeberapa, tapi harus dipahami bahwa membeli asuransi adalah untuk membeli proteksi, membeli jaminan perlindungan bagi keluarga, jika timbul resiko yang tidak diinginkan, sebab manusia tidak tahu kejadian apa yang akan dialaminya esok hari, dengan membeli asuransi berarti kita telah mempersiapkan diri menghadapi resiko yang tidak diinginkan, dengan kata lain adalah kita menyediakan payung sebelum hujan untuk keluarga.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah penjelasan yang membuat saya manggut-manggut, sambil mulai mengisi formulir permohonan, dan draft kontrak yang disodorkan&#8230;.mindset telah terbentuk, bahwa membeli asuransi bukan untuk investasi, kecuali untuk proteksi.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.taktik-ngirit.net/asuransiku-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengelola Keuangan</title>
		<link>http://www.taktik-ngirit.net/mengelola-keuangan/</link>
		<comments>http://www.taktik-ngirit.net/mengelola-keuangan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Mar 2012 02:26:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keuangan Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taktik-ngirit.net/?p=310</guid>
		<description><![CDATA[Sederhananya dalam pengelolaan  keuangan itu, adalah bagaimana melakukan pengeluaran lebih sedikit daripada apa yang kita terima. Seandainya kita punya penghasilan tetap setiap bulan namun pengeluaran lebih kecil dari penghasilan pasti ada kelebihan yang dapat disisihkan, dan itu dapat ditabung atau disisihkan. Setiap orang pasti ingin penghasailan yang diterima selalu lebih besar dari pengeluaran, agar kelebiihan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://taktik-ngirit.net/wp-content/uploads/2012/03/money_rupiah.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-317" title="money_rupiah" src="http://taktik-ngirit.net/wp-content/uploads/2012/03/money_rupiah-210x300.jpg" alt="" width="210" height="300" /></a>Sederhananya dalam pengelolaan  keuangan itu, adalah bagaimana melakukan pengeluaran lebih sedikit daripada apa yang kita terima. Seandainya kita punya penghasilan tetap setiap bulan namun pengeluaran lebih kecil dari penghasilan pasti ada kelebihan yang dapat disisihkan, dan itu dapat ditabung atau disisihkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Setiap orang pasti ingin penghasailan yang diterima selalu lebih besar dari pengeluaran, agar kelebiihan itu dapat memenuhi kebuthuna lain, yang tidak terduga ataupun yang masih diinginkan. Pada dasarnya semua orang ingin hidup sejahtera, sehingga berbagai macam upaya yang dilakukan, walau cara mereka berbeda namun tujuannya selalu sama, yaitu menjadi sejahtera.</p>
<p style="text-align: justify;">Memang takdir ada pada Yang Maha Kuasa, namun kita sebagai masnusia diminta untuk tidak berhenti berusaha untuk mencapai kesejahteraan itu. Harta memang bukan segala-galanya, tapi tetap merupakan alat untuk kita mencapai kesejahteraan itu. Oleh karena itu membuat rencana dan mengelola keuangan dengan sebaik-baiknya merupakan salah satu cara untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Pertama</strong></em>, Dalam merencanakan dan menata keuangan, menurut para erencana keuangan adalah, dengan menentukan tujuan keuangan,itu harus spesifik agar kita menjadi fokus pada tujuan tersebut, tujuan keuangan itu sendiri merupakan tujuan yang ingin kita capai pada masa mendatang yang membutuhkan persiapan keuangan. Salah satu yang biasa dilakukan adalah dengan mendata apa yang menjadi tujuan dan membuat skala proritas, mendahulukan yang paling penting (utama).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Kedua</em></strong>, adalah tentang mengapa kita berinvestasi, dalam hal ini kita seharusnya tahu alasan melakukan investasi, sedianya apakah investasi itu untuk mendapatkan kenaikan modal atau untuk penambahan arus kas yang masuk, misalnya apakah kita ingin ada kenaikan modal pada masa-masa yang akan datang, di sini kita dapat membeli saham, reksadana, emas dan properti, atau ingin mendapatkan tambahan uang kas yang masuk, di sini kita dapat menyimpan dalam bentuk deposito. Dengan demikian kita tahu ke mana harus meletakkan kelebihan penghasilan, apakah dalam bentuk tabungan atau deposito, asuransi ataukah untuk investasi ke saham, reksadana, dan obligasi atau pun membeli logam mulia (emas).</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Ketiga</strong></em>, apa yang dibutuhkan, penting mengetahui apa yang dibutuhkan, jika yang dibutuhkan adalah untuk mengantisipasi kebutuhan biaya sekolah jangka pendek, tampaknya tabungan akan lebih cocok, begitupula dengan kebutuhan mendesak lainnya, sehingga menyimpan ke dalam tabungan akan ebih baik. Lalu jika untuk mengantisipasi resiko atas kejadian yang tidak diinginkan, produk asuransi lah yang seharusnya dimiliki, karena asuransi yang akan menjamin semua esiko tersebut dan perlu kita ingat bahwa asuransi bukan untuk investasi karena imbal hasilnya akan tidak seusai harapan, sebab asuransi hanya unutk menjamin resiko. Jika untuk memenuhi perencanaan keuangan jangka panjang, tak lain bahwa produk investasi berupa saham, reksadana, obligasi, emas maupun properti lebih tepat untuk dimiliki, jangan sekali-kali membeli saham untuk kebutuhan jangka pendek, karena nilainya yang fluktuatif bukan tidak mungkin imbal hasilnya malah menjadi rugi.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>keempat</strong></em>, berapa banyak yang akan saya peroleh, imbal hasil merupakan sasaran kita untuk mencapai tujuan keuangan, biasanya produk tabungan akan memberikan imbal hasil yang kecil tapi gampang dicairkan sewaktu-waktu jika dibutuhkan , untuk  produk asuransi, jangan diharap produk asuransi akan memberi hasil seperti layaknya investasi, seperti yang penulis utarakan di atas bahwa membeli asuransi sebaiknya untuk perlindungan, untuk memproteksi. Jaminan imbal hasil yang tinggi biasanya ada dalam bentuk saham dan reksadana saham, ataupun emas, tapi biasanya jenis investasi ini butuh waktu yang lama agar imbal hasil tinggi itu kita peroleh, kecuali kita dapat menentukan monen kapan membeli di harga redah dan menjual ketika harganya tinggi, tapi ini terlalu berisiko, dan cenderung ke arah spekulasi (judi).</p>
<p style="text-align: justify;">Silahkan tentukan tujuan anda, pilih jenis apa tabungan, asuransi maupun investasi yang lebih cocok untuk tujuan tersebut, sebab semua harus diperoleh dengan usaha&#8230;begitupula dengan kebahagiaan dan kesejahteraan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.taktik-ngirit.net/mengelola-keuangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
