Cek Kesehatan Keuangan (2)
Komponen apa saja yang harus diketahui dalam melakukan finansial cek up, menurut ahli perencana keuangan ada beberapa komponen yang harus kita perhatikan untuk mengetahui seberapa sehat kondisi keuangan kita. Jika pada sebuah perusahaan keuangan, kesehatan keuangannya dilihat dari Laporan keuangan berupa Neraca, Laba Rugi, dan Laporan Arus kas. Neraca., merupakan laporan tentang posisi Aset, Hutang dan Modal, Laporan Laba Rugi, merupakan laporan tentang pendapatan dan pengeluaran dalam periode tertentu sehingga diketahui apakah perusahaan mengalami keuntungan ataupun kerugian, sementara laporan arus kas untuk mengetahui berapa besar arus kas dari kegiatan operasi, pendanaan dan investasi yang menghasilan arus kas masuk.
Begitu pula halnya dengan kondisi kesehatan keuangan, kita mesti tahu komponen yang memengaruhi kesehatan keuangan, adalah aset yang berkualitas diharapkan dapat dikonversi untuk mengatasi kondisi terburuk keuangan kita, pengertian aset adalah semua harta yang dimiliki, tapi memiliki aset yang berkualitas adalah hal yang utama, karena ada aset yang tidak mempunyai nilai jual. Dengan memiliki aset ini kita, maka ketika ada kebutuhan yang sangat mendesak, aset-aset yang kita miliki dapat kita jual, aset-aset ini biasanya berupa uang tunai, tabungan, logam mulia, perhiasan, barang antik, mobil, ataupun rumah dan tanah. Barang-barang ini memiliki nilai jual pada saat dibutuhkan. Silahkan buat daftar aset berkualitas apa saja yang dimiliki, sehingga mengetahui nilai dari aset-aset yang miliki.
Sesungguhnya pada kondisi keuangan yang sehat adalah bahwa, kita dapat mengatasinya apabila kondisi itu tiba-tiba datang, komponen-komponen apa saja yang harus diketahui dalam mengetahui kesehatan keuangan kita.
Pertama adalah hutang, Jumlahkan tagihan hutang yang meliputi hutang secara tunai kepada saudara, teman dan tetangga, tagihan kartu kredit, kredit kendaraan, kredit perumahan, dan kredit dana tunai pada bank. Ahli perencana keuangan menyarankan bahwa cicilan hutang sebaiknya 30% dari penghasilan tiap bulan, khusus hutang kepada saudar,teman dan tetangga, segera lunasi, jika memang dananya ada, agar mereka tetap meiliki kepercayaan kepada anda, jika memang tidak bisa, segera kumpulkan uang sampai cukup dana untuk melunainya. Coba cek lagi, berapa cicilan semua hutang yang anda harus bayar, jika penghasilan Rp. 15 juta/bulan, maka cicilan sebaiknya jangan lebih dari Rp. 4,5 juta/bulan.
Kedua, adalah dana darurat, segera siapkan dana darurat, sebab kita tidak akan pernah tahu, sampai pada suatu ketika, kita akan sangat membutuhkannya, dana darurat itu, biasanya dibutuhkan ketika kita berhenti dari suatu pekerjaan dan masih menunggu tawaran kerja dari tempat lain, untuk membayar pengobatan rumah sakit, jika kita tidak memiliki asuransi kesehatan, untuk membayar biaya sekolah jika kita tidak memilki tabungan pendidikan. Para perencana keuangan menyarankan bahwa, dana darurat yang harus dimiliki adalah sekitar 3 kali dari pengeluaran rutin bulanan, dana darurat, sebaiknya dalam bentuk aset likuid, seperti uang kas, tabungan, logam mulai, dan perhiasan. Jika anda belum, menghitung dana darurat dalam keuangan anda, segera mulailah memperhitungkannya.
Ketiga adalah dana pendidikan, punyakah kita persiapan dana pendidikan buat buah hati, kita tentunya tidak ingin sekolah mereka terhenti karena tidak ada biaya. Mungkin ketika anak-anak masil kecil, biaya pendidikan belum begitu mahal sehingga kita lupa menyiapkannya untuk ke depan. Segera buat persiapan dana, biasanya jika kebutuhannya untuk waktu yang masih agak lama, masih dalam hitungan beberapa tahun, melakukan invetasi baik dal mbentuk logam mulia, saham ataupun reksadana, dapat menjadi pilihan, karena produk investasi akan memberi imbal hasil yang besar dalam jangka waktu yang lama.
Keempat adalah asuransi, meskipun wajib dimiliki, dalam membeli produk asuransi, prinsip dalam perencanaan keuangan harus dipegang adalah bahwa, produk asuransi buan merupakan investasi, akan tetapi asuransi merupakan perlindungan diri atas kemungkinan resiko yang terjadi, meski ada produk asuransi yang digabung dengan produk investasi, anda harus berfikir bahwa, membeli asuransi berarti untuk melindungi diri, bukan untuk investasi, karena imbal hasil investasi yang tergabung dengan asuransi imbal hasilnya sangat kecil, agar tidak timbul penyesalan, atas imbal hasilnya, namun akan sangat merasakan manfaatnya jika resiko itu muncul. Contoh , ketika anda mengambil asuransi kesehtan, akan akan merasakan manfaat tidak perlu mengeluarkan biaya membayar rumah sakit dan pengobatan, karena asuransi sudah mengcovernya. Belilah asuransi sesuai kebutuhan, lakukan mulai skarang, utnuk mengantisipasi resiko, seelum resiko itu datang.
Kelima adalah dana pensiun, kita tidak ingin tentunya menjadi orang yang menderita, tidak memiliki apa-apa ketika sudah tidak produktif lagi, kita tidak ingin menjadi terlantar tentunya, kita tidak ingin menjadi beban bagi orang lain, termasuk anak-anak. Jadi memiliki dana pensiun merupakan sesuatu yang vital, sehingga harus dipersiapkan mulai sekarang sebelum semua menjadi terlambat. Saran perencana keuangan adalah sekitar 10%-15% dari penghasilan yang dimiliki untuk persiapan dana pensiun.
Selanjutnya, dalam rangka antisipasi hal tersebut di atas, kita harus tahu apa yang dibutuhkan, agar tahu apa harus dilakukan, apakah cukup dengan tabungan, deposita, atau melakukan investasi. Perlu mengtahui apakah untuk kebutuhan jangka pendek, jangka menengah atau jangka panjang. Oleh karena itu kita mesti bisa melakukan diversifikasi agar tidak, menumpuk pada satu cara tertentu seperti tabungan misalnya, atau pada investasi semua.
Hal-hal tersebut diatas merupakan beberapa komponen, yang harus menjadi perhatian, dalam finansial cek up, karena sesungguhnya dalam perencanaan keuangan yang kita harapkan sesungguhnya adalah kebebasan finansial (financial freedom), yaitu mampu memenuhi berbagai keinginan dan terbebas dari masalah keuangan, anda ingin seperti ini, silahkan cek kesehatan keuangan anda.