Asuransiku Pertama
Pertama kali ditawarkan sebuah asuransi, sebenarnya saya tidak begitu paham apa tujuan saya membelinya, ketika itu seorang teman menawarkan sebuah asuransi jiwa dengan premi hanya sebesar Rp. 50.000 untuk pertanggungan sekitar Rp. 10.000.000 jika meninggal dalam jangka waktu sejak asuransi dimiliki ngeri kan, niat membeli ya cuma buat membantu supaya produk jualan teman itu laku.
Untunglah sampai masa pertanggungan saya masih dalam keadaan sehat wal afiat, walaupun uang lima puluh ribu menguap, tidak ada resiko sesuai perjajanjian berarti tidak ada klaim atas uang pertanggungan.
Kemudian, suatu ketika ada agen asuransi dari perusahaan asuransi terkenal datang untuk menawarkan sebuah produk asuransi, sebenarnya waktu itu yang saya cari adalah sebuah produk investasi semacam dana pensiun, tapi yang saya inginkan tidak ada, jadi saya tolak produk yang ditawarkannya, yang ada dibenak saya saat itu adalah saya harus membeli sebuah produk untuk proteksi, dan jika tidak ada resiko yang saya alami uang saya akan hilang.
Rupanya agen tersebut dengan gigih inta waktu presentasi, dengan kemampuan komunikasi sebagai seorang sales, akhirnya rayuan sang agen terpaksa dituruti. Berdasarkan keterangan yang disampaikan bahwa produk asuransi yang dijual olehnya merupakan gabungan antara sebuah produk asuransi dan investasi dalam satu kemasan, produk two in one, karena saat itu kebetulan saya baru memiliki seorang putera, maka yang saya minati adalah produk asuransi pendidikan.
Sebenarnya, karena dari awal yang saya cari adalah sebuah produk investasi murni, yang memberikan imbal hasil tinggi untuk jangka panjang, maka pertanyaan-pertanyaan kritis tentang berapa imbal hasil dari produk tawarannya, sampai diperoleh angka simulasi dari komputer miliknya yang hasilnya jelas jauh berbeda denga ekspektasi.
Dari hasil perhitungan, karena produk ini merupakan gabungan antara asuransi dan investasi, maka setiap jangka waktu tertentu saya akan memperoleh nilai tunai dari nilai investasi, dan dari kontrak selama misalkan 20 tahun, yang perlu dibayar hanya sekitar 17 tahun, setelah itu tidak perlu membayar, dan jika pada masa kontrak tidak ada resiko sesuai kontrak, maka investasi akan dikembalikan, dan jika pada masa kontrak mengalami resiko, misalnya kematian, maka akan diberikan uang pertanggungan sesuai dengan kontrak.
Saat itu saya berpendapat bahwa imbal hasil yang diperoleh tidak sepadan dengan imbal hasil dari produk asuransi tersebut, menurut agen asuransi, memang jika dibandingkan dengan produk investasi seperti saham, emas dan properti hasil itu tidak sebeberapa, tapi harus dipahami bahwa membeli asuransi adalah untuk membeli proteksi, membeli jaminan perlindungan bagi keluarga, jika timbul resiko yang tidak diinginkan, sebab manusia tidak tahu kejadian apa yang akan dialaminya esok hari, dengan membeli asuransi berarti kita telah mempersiapkan diri menghadapi resiko yang tidak diinginkan, dengan kata lain adalah kita menyediakan payung sebelum hujan untuk keluarga.
Sebuah penjelasan yang membuat saya manggut-manggut, sambil mulai mengisi formulir permohonan, dan draft kontrak yang disodorkan….mindset telah terbentuk, bahwa membeli asuransi bukan untuk investasi, kecuali untuk proteksi.
This is cool!
thank’s, would you mind writing an article ?
Belilah asuransi di saat anda tidak butuh, karena ketika anda mendapat resiko hidup asuransi sudah tidak bisa menerima anda…
Betul, seperti pepatah, “sedia payung sebelum hujan”